Selasa, 15 Juni 2010

In a Relationship

Seseorang bertanya di suatu forum:
"batesan pacaran apa sih?"

Baiklah, mari kita sama-sama belajar kebenaran dan mempraktekan Firman Tuhan. Saya akan berbagi apa yang pernah saya dapat sebelumnya :)


Ini akan panjang sekali bila diuraikan. Karena itu sebelumnya saya bukakan dahulu
amsal 4:20-23

"Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."


Saya akan menguraikan dalam tulisan yang cukup panjang. Simaklah kawan dan renungkan baik-baik. Are you ready?



PART 1 (Batasan Motivasi)

Sebagai orang yang percaya kebenaran alkitab, kita akan mengambil dasar alkitab. Pertanyaan mendasar:
"untuk apa seseorang pacaran?"

Saya menanyakan anak-anak muda remaja:

"Untuk apa kau menjalin hubungan pacaran dengan lawan jenismu?"

Dan inilah jawaban yang umum:


1. Karena "aku sayang dia" (Perasaan)

Dasarnya adalah "cinta". Cinta dalam tanda kutip ini perlu diwaspadai kawan. Saya tidak mengatakan ini tidak baik. Alangkah baiknya jika kau selidiki perasaanmu itu. Kebanyakan dasar cinta-cintaan ini cenderung kasih EROS, asmara memikat yang lebih mengutamakan hawa nafsu.

Jika kau buka ensiklopedia, Eros merupakan sebuah kata dari bahasa Yunani yang berarti cinta berdasarkan hawa nafsu saja. Kata turunan adalah 'erotis'.

Agape adalah bentuk cinta tanpa batas, kerap dicontohkan dengan cinta Tuhan terhadap ciptaan-Nya.

Sumber: Wikipedia

Hubungan yang hanya berdasarkan EROS tanpa dikendalikan AGAPE, hubungan itu akan hancur. Mengapa saya berani mengatakan demikian? Inilah perbedaan kasih AGAPE dan nafsu EROS:


HAWA NAFSU - "Menuntut" segala sesuatu dari "Orang lain" demi memenuhi "EGO pribadi" walau harus mengorbankan "Kepentingan pihak lain".


KASIH - "Memberi" segala sesuatu dari "Diri pribadi" demi memberkati "Orang lain" walau harus mengorbankan "Kepentingan pribadi".


Nyata di lapangan, kebanyakan orang berpacaran cenderung menggunakan NAFSU dari pada KASIH. Bahkan, ada orang yg menuntut pasangannya lebih memperhatikan dia dari pada Tuhan? WOW! Sampai-sampai Tuhan juga dikorbanin demi "mengemis" perhatian dan rasa sayang dari pasangannya.


Jika kau hanya andalkan perasaan "ATAS NAMA CINTA", ketika kau bergesekan dan mengalami dilema: mungkin kau menemukan kekurangan2 pasanganmu setelah membangun hubungan pacaran dengan dia, maka saya akan bertanya "MASIHKAH KAU MENCINTAIKU?"


Kawan, inilah pengalaman-pengalaman orang pendahulu kita. Ternyata PERASAAN BUKAN SEGALANYA. Relationship itu berbicara KOMITMEN sedangkan Perasaan itu berbicara "Mood". Saat mood-mu menjadi busuk krn menemukan kekurangan pasanganmu yang tidak bisa kau terima, apakah kau bisa mengatakan bahwa kau mencintainya?


Justru, saat mood hilang, KOMITMEN-lah yang MENYATUKAN.


2. Karena ingin mengenal dia lebih dalam

Dasar pacaran = PENGENALAN.
Mengenal apanya? Pribadinya? Bagaimana background keluarganya? Oh.. Tunggu dulu..! Kau dapat mengenalnya melalui persahabatan. Kadang, sahabat justru lebih mengenal si "dia" daripada pacarnya (tolong koreksi saya). Ada hal-hal tertentu justru si "dia" merasa lebih nyaman menceritakan pada sahabat daripada pacarnya karena mungkin saja pacarnya tipe pemarah, cepat down, suka negative thinking, atau hal-hal lain.
Jadi, alibi "MENGENAL" ini tidak tepat sebagai dasar bagaimana kau katakan untuk memulai satu hubungan.

Ada suami istri yang sudah menikah puluhan tahun dan punya anak, masih saja dapat berkata,"Heran aku sama papa, kok aku ga bisa paham ya sama kelakuannya ini".

"Heran ya sama mama kok begitu?"

hei !!

Jangan kau pikir kau berpacaran lalu mengenal dia? Setelah mengenal dia, lalu memperistri atau mempersuami dia, kau sudah memahami seluruh isi kepala dan hatinya.
PENGENALAN karakter itu bukan start from relationship to married then finish! Pengenalan karakter itu dari friendship ke engages, then married lalu hidup dlm pernikahan sampai MATI mengenal pasanganmu.

Saat kau bangun hubungan berpacaran itu sendiri, anggap saja 1 tahun, lalu kau MENGENAL dia dan temukan ketidakcocokan antar kalian, apa yang kau lakukan? Break?! Ini namanya pacaran coba-coba.


3. Coba-Coba atau COCOK-COCOKAN

Menyambung uraian di atas, setelah kau mengenalnya lalu menemukan ketidakcocokan, kau mencoba lagi. Tidak cocok, lalu putus. Coba lagi, tidak cocok, putus.

Saya infokan suatu kebenaran dan KENYATAAN. Bangunlah dari tidur! Di dunia ini tidak ada manusia yang cocok satu sama lain. Isi kepalamu beda dengan orang lain. Idenya beda, kehendaknya beda, kepentingannya beda, Bagaimana bisa cocok?


Hubungan antar 2 pribadi bukan COCOK2an Tapi "PENERIMAAN". Bagaimana kau menerima kekurangan pasanganmu, itulah hubungan KOMITMEN.


Alibi coba-coba ini tidak kuat menjadi dasar relationship. Manusia bukan untuk dicoba-coba. Manusia itu harus dihargai.


Apa akibat coba-coba? Faktanya setelah mereka coba-coba dan merasa tidak cocok, ribut lalu berpisah. Kebanyakan malah jadi MUSUH dan sakit hati. Menyimpan rasa sakit hati berarti tidak mengampuni. Tidak mengampuni = Dosa.


4. Tanpa pacar = Kosong

Saya pernah mendengar alasan ini dari seseorang. Ia hampa tanpa pacar. Pertanyaannya, bila kau mengisi kekosonganmu dengan "pacar", suatu hari ia dipanggil Tuhan bagaimana?

Kau butuh Tuhan untuk menutupi kehampaan. Kehampaan diri bukan diisi hal-hal tak kekal. Kadang-kadang karena kekurangan pasangan, bukannya kekosongan hidup itu diisi dengan hal-hal baik, malah diisi oleh kekecewaan atas perilaku pasangan.


Hanya Tuhan yg dapat mengisi kekosongan. Kesendirian tidak sama dengan sendiri. Alone tidak sama dengan lonely (kesepian dalam kekosongan). Ada orang merasa sendiri ditengah keramaian (kesendirian) berbeda dengan orang yang sedang jalan-jalan di mal sendiri tapi masih bisa menyembah Tuhan (pikiran dan jiwanya tidak kesepian).


Inilah alasan-alasan umum yang saya temukan. Orang banyak yang percaya bahwa pacaran adalah satu-satunya cara untuk menyiapkan pernikahan. Ternyata tidak tepat. Tunangan (Keseriusan komitmen) adalah cara menyiapkan pernikahan.




PART 2 (Batasan Persiapan)

Pada awalnya kita tidak mengenal berpacaran. Berpacaran itu adalah produk jaman. Pada masa sebelum Yesus lahir, Yusuf dan Maria bertunangan. Persiapan pernikahan itu bukan berpacaran. Persiapan pernikahan itu adalah pertunangan. Kalau tau tidak siap nikah, mengapa berhubungan? Itu kan jelas namanya romantisme EROS sebagai pembenaran hubungan.

Di dalam pertunangan mengandung KOMITMEN. Karena GOAL atau tujuan anda membangun hubungan (yang dikatakan berpacaran) itu adalah pernikahan. Saya yakin banyak kita setuju di poin ini: Tujuan hubungan adalah pernikahan.


Namun, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui:


1. Menikah itu butuh KESERIUSAN, apakah anda serius atau main2?


2. Apakah kau sudah punya gambaran seperti apa rumah tangga apa yang ingin kau bangun? Kalau blank, ini namanya menikah tanpa masa depan. Kau tak punya gambaran apa-apa tentang rumah tangga. Kau tak memiliki dasar kokoh. Bagi pria sebagai pemimpin, engkau adalah kepala keluarga pengambil keputusan. Ini penting sekali, pria perlu punya gambaran bagaimana ia akan membawa istri dan anak dalam bahtera rumah tangganya.


3. Apakah kau sudah siap dengan visimu dan visi pasanganmu dan memastikan kalian akan mendukung satu sama lain? Ini akan kita bahas satu topik.


4. Menikah itu butuh KOMITMEN, hidup orang percaya itu bukan kawin cerai. Apakah kau benar-benar punya komitmen menerima kekurangan dia? Jika belum tahu apa-apa tentang dia, kenalilah dia lewat persahabatan murni.


Apakah kau siap mengikrarkan dan mempraktekkan:

"Aku menerima engkau sebagai suami/istri dan tetap setia dalam suka atau duka, kelebihan atau kekurangan, berkelimpahan atau kesulitan hidup sampai maut memisahkan kita"
Jika kau dan dia siap berkomitmen, mari kita masuk ke berikutnya: DUIT.


5. Menikah itu butuh UANG. Apakah kau masih menadahkan tangan pada orangtuamu? Apakah modal pacarannya dari uang jajan? Malu donk... Itu artinya belum siap menikah karena belum punya penghasilan. Beda cerita bila kau punya penghasilan pribadi, punya komitmen, dan punya mental/karakter siap menjadi seorang ayah/ibu. Belum siap menikah ngapain bangun komitmen?


Kata nenek,"Kau harus punya keuangan yang mempertanggungjawabkan keluarga yg akan kau bentuk." Nenek-nenek aja tau :D



PART 3 (VISI HIDUP)

Kali ini kita perlu membuka alkitab. Baca dan renungkan kejadian pasal 2. Tuhan menciptakan manusia, yaitu adam. Kemudian Tuhan memberikan Adam sebuah tugas atau visi apa yang harus dia kerjakan.

Kejadian 2:15-18


2:15

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

2:16

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17

tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

2:18

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Visi adam ialah tukang kebun, kasarnya begitu. Ia harus memelihara bumi (15). Tuhan pun membuat Adam mengerti apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Artinya, Adam belajar firman Tuhan yaitu perintah dan mentaati hukumNya (16 dan 17). Setelah itu, Tuhan memberikan pasangan untuk Adam, yaitu Hawa (18).


Mari renungkan baik-baik:

"Sudahkah kau tau apa visimu di dunia ini?"

Manusia menciptakan bangku untuk diduduki. Tugasnya bangku adalah tercipta sebagai tempat duduk. Manusia menciptakan Alkitab untuk dibaca, direnungkan, dipraktekkan supaya makin serupa Kristus.


Kadang kala ada manusia yang salah mempergunakannya. Bangku harusnya diciptakan untuk diduduki malah dipakai untuk melempari orang ketika ia marah. Akibatnya, bangku itu tidak memenuhi visinya.


Itu saja bangku, bukan manusia. Manusia tentu lebih mulia dari bangku. Seharusnya manusia diciptakan Tuhan bukan karena accident. Manusia dicipta Tuhan membawa visi yang lebih mulia dari bangku. Anda berharga dimata-Nya untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan mulia. Bahkan engkau disamakan dengan biji mata Tuhan, saking berharganya.


Mengapa Tuhan memberikan anda pasangan hidup? Itu karena Tuhan ingin memberi engkau penolong sepadan engkau mengusahakan mengerjakan visimu.


Bicara visi berarti bicara pandangan jauh ke depan. Untuk apa kau ada di dunia ini? Untuk mengerjakan dan berbuat apa? Kau kerjakan sampai kau mati memuliakan Tuhan. Itu menjadi destiny atau panggilan hidup.


Ada orang-orang yang punya panggilan hidup di politik, ia menjadi pengacara atau aktif di badan hukum. Ia memuliakan Tuhan lewat visinya. Ia dicipta Tuhan untuk menjadi teladan dibidang hukum dimana ia jujur, setia pada firman Tuhan dan mempraktekkan kebenaran dibidang hukum sehingga ia anti korupsi, ia penyuara keadilan yang dipakai Tuhan.


Ada orang punya panggilan hidup di bidang sosial. Ia memotivasi orang-orang yang kesusahan, membantu anak yatim, ada juga yang bekerja di rumah sakit. Ia dipakai Tuhan luar biasa. Ia mensupport orang-orang yang hidupnya hancur-hancuran karena obat dan narkotik sehingga mereka kenal Tuhan.


Apa visimu kawan? Sudahkah kau mulai mengusahakan visimu?


Visi itu mata. Orang yang tak punya visi ke depan, maaf, ia buta. Ia buta masa depan. Ia buta tak tahu kenapa ia diciptakan dan bisa berguna bagi Tuhan.


Orang "buta" mau menikah = Orang yang tak punya cita-cita atau masa depan mau menikah.


Tuhan memberi steps atau langkah-langkah kawan. Kau hanya memahami visimu dan pasanganmu. Apakah kalian akan berkomitmen saling membantu/mensupport/menolo
ng dalam pencapaian visi pribadi dan visi keluargamu mau dibawa kemana?

Orang tak punya visi menikah artinya ia orang yang menikah tapi tidak tahu harus mengerjakan apa untuk kemuliaan Tuhan. Pernikahan yang tidak maksimal memuliakan Tuhan.


Kiranya BAHASAN VISI ini menjadi perenungan mendalam bagi kawan.



PART 4 (BATASAN KEKUDUSAN)

Inilah bagian yang sering sekali anak-anak Tuhan jatuh dan terjerat. Namanya kekudusan.

Kita asumsikan semuanya OK. Kau sudah memenuhi motivasi dalam kebenaran (PART 1) Kau sudah memenuhi batasan persiapan (PART 2) dan kau pun sudah memiliki visi jelas (PART 3), namun inilah bagian yang cukup menantang! Seks.


Semua orang berpotensi jatuh dalam dosa seks pra-nikah disebut di alkitab ialah percabulan


Efesus 5:3

Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

Dan banyak lagi ayat alkitab bisa kau cari tentang larangan percabulan. Bagi Tuhan itu dosa.


Mengapa mereka jatuh? Karena tidak tahu kebenaran firman Tuhan. Bila mereka tahu, mereka akan menjauhinya. Bila mereka sudah tau tapi malah membiarkan dirinya dekat-dekat percabulan, itu namanya mencobai diri sendiri dalam dosa. Bila mereka sudah tau dan mereka malah menikmati percabulan, itu namanya mereka tidak TAAT. Sudah dikasi tau tapi ga mau mendengar = tidak taat = pembangkang = pemberontak.

Pemberontak ini akan dihakimi Tuhan sesuai keadilanNya.

Baiklah kita mulai. Saya ingin anda berpikir pakai logika bukan EGO. Cobalah berpikir jernih dan DEWASA, saya akan vulgar dan blak-blakan demi membuka FAKTA. Jujur-jujuran saja. Telanjangi dosa!


Mengapa seseorang bisa sampai melakukan hubungan seks diluar nikah? Kita perlu menelusuri akarnya. Potong akarnya supaya tidak bertumbuh.


AKAR KEJATUHAN MANUSIA DALAM PERCABULAN

Seks itu karena mereka mencapai titik "Point of no return" dalam berhubungan, misalnya peluk-pelukan tanpa busana, bercumbu, dan tidak tahan lagi. Seks!

Apa yang akar dari bergulat tanpa busana? Karena awalnya mereka membiarkan diri dalam raba-rabaan. Meraba alat kelamin atau seks. Awalnya menolak, lama-lama dibiarkan begitu saja. Lewat raba-raba, maka mereka terangsang sampai menuju titik "point of no return". Anda akan belajar di ilmu psikologi tentang point of no return ini, dimana tidak mampu mengendalikan diri dan membiarkan semuanya terjadi. Kalau begitu, kita tau bahwa akar dari bergulat tanpa busana ialah raba-rabaan.


Apa akar dari raba-rabaan? Apa yang menyebabkannya? Karena awalnya mereka bercumbu biasa-biasa saja. Misalnya berpelukan dan berciuman bibir. Inilah akarnya dari raba-rabaan. Awalnya menolak untuk ciuman atau pelukan. Tapi karena rayuan gombal plus kata-kata:


"Pelukan kan ga dosa"
"Ciuman kan ga dosa" "Kita hanya akan sampai batas ini kok, ga lebih" "Kalau ga ciuman, bukan pacaran" "Kalau sayang, boleh dong peluk"

Peluk, langsung bersentuhan dengan payudara.


lama-lama karena sering berpelukan dan berciuman, beresiko dan berpotensi raba-rabaan. Dan kasusnya memang sering terjadi. Dulu, saya sendiri pernah mengalami kejatuhan dalam dosa ini. Kemudian saya diberi kebenaran dan bertobat.


Tidak ada manusia yang kebal terhadap dosa. Saya tidak sok suci atau merasa sekarang sudah menang 100% suci 100% terhadap hal ini. Kita sama-sama mau training hard dalam Tuhan agar menang dari dosa yang mematikan ini bos!


Mungkin engkau akan mengatakan, KUNO BANGET LU! Ciuman kan ga dosa!


Betul. Bahkan saya katakan lagi, raba-rabaan juga bukan saja dosa, tapi lebih lagi pahami firman Tuhan.


Mari buka alkitabmu:


Matius 5:27-28

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Matius 15:17-19


15:17

Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?

15:18

Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

15:19

Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

..


Tuhan Yesus bukan saja punya standar tidak boleh berbuat cabul seperti raba-rabaan. Kotbah di Bukit, Matius 5 di atas mencatat bahwa Yesus mengatakan bukan perbuatannya, PIKIRANNYA SAJA SUDAH DOSA.


Dan hal tersebut ditegaskan lagi olehNya di Matius 15:17-19


Apakah orang yang raba-rabaan tidak berpikir seks? Tidak mungkin itu wong yang diraba alat kelamin. Cium-ciuman kan ga mikir seks. Awalnya iya, tapi lama-kelamaan BERPOTENSI membawa anda masuk dalam imajinasi SEKS. Seperti yg saya telah tulis di atas:


"Bila mereka sudah tau tapi malah membiarkan dirinya dekat-dekat percabulan, itu namanya mencobai diri sendiri dalam dosa. "


Padahal Yesus mengajarkan bahwa:

"Jauhkanlah kami dari pencobaan ... Lepaskan kami dr yang jahat"

Ini malah melakukan perbuatan yang terbalik dengan ajaran Yesus membawa dirinya dalam pencobaan.


Belajar dari teladan Yusuf dikisah perjanjian lama. Yusuf ketika diajak seks dengan istrinya Potifar, dia tidak membiarkan dirinya diam saja. Dia tidak TOLERANSI dengan mengatakan,"Ciuman sama istrinya potifar ga apa-apa kali ya. Kan ga dosa. Cuma ciuman, ga sampai seks."


Apa yang Yusuf lakukan, Ia lari menjauh. Ia menjauhkan diri dari pencobaan bukan lari mendekat. Kabur atau menjauhkan diri dari pencobaan adalah solusi terbaik agar kita menang dari dosa percabulan, tentunya sambil berdoa dan fokus pada Tuhan.


Kawan, apakah kau suka BERTOLERANSI terhadap dosa? Sedikit aja ga apa2. Sesat!


Jelas kita tahu bahwa akar dari raba-raba ialah bercumbu ciuman dan rangkulan. ALIBI sih bilang, ga dosa. Tapi tak sadar, belum kau lakukan hubungan alat kelamin, dimana kau sudah terlintas pikiran seks saja kau sudah DOSA (Kata Yesus bukan kata gue).


Apa akar dari bercumbu ciuman? Pelukan "Kudus-kudusan". Jadi awalnya orang ini ngaku kalau pelukan itu tak dosa. Benar! Kudus2an. Awalnya tidak mau pelukan. Tapi sepertinya ini tidak apa-apa. Tak tau akan terjerumus lebih dalam. Maka diibiarkan dirinya dipeluk. Lama-lama sering pelukan jadi ingin cium. Awalnya cium kening, karena masih takut ditolak (Ini alibi cowok banget). Lama-lama minta cium pipi. Lalu setelah beberapa lama diijinkan, minta lebih, cium bibir. Lalu bercumbulah kissing+Hug=calon terjerumus dosa. Tinggal tunggu waktu aja, waktu dimana kalian lengah, iblis akan masuk menyerang dengan menggoda agar kalian raba-rabaan.


Inilah akar dari bercumbu, pelukan "kudus-kudusan" (kena sedikit payudara).


Apa akar dari pelukan kudus2an (Bukan kudus beneran)?...

Rangkul pinggang dan gandengan. Ini dia akar awalnya. Pegangan tangan dan peluk pinggang waktu berjalan. Atau mengalungkan tangan dileher ceweknya.

Awalnya gandengan tangan, lalu rangkul, lalu peluk, lalu cium, lalu raba, lalu mulai buka baju atas, buka celana, dan free seks.


Itu FAKTA. Memang STEPsnya demikian. Tidak mungkin seorang cowok datang ke ceweknya tiba2 minta,"Sayang, making love yuk!"


Saya percaya bisa digampar oleh cewek baik2.

"Memang lu kira gw pelacur. Pelacur aja dibayar, lu maunya gratisan!"

Akar awalnya ialah gandengan tangan. Bila anda punya komitmen JAGA KEKUDUSAN untuk hubungan pra-nikah, tentu anda akan serius dengan hal ini. Akar permasalahannya ditumpas dari awal.




Inilah nilai kekudusan pra-nikah yang bisa saya bagikan. Saya tidak katakan bergandengan tangan itu dosa. Tapi itu memicu EROSmu.


Orang-orang yang bersentuhan tubuh, mulai dari gandengan tangan cenderung GRAFIKnya naik. Biar mesra katanya. MESRA - MErasakan aSmaRa potensi dosA, ya betul.


Pria itu tanpa bersentuhan fisik dengan wanita juga bisa mikir seks kok. Apalagi ada wanita yang cantik disebelahnya, sentuhan kulit lagi. Potensinya tentu lebih besar.


Menurut penelitian, pria memikirkan seks sekitar empat menit 1x ia bisa terlintas seks dalam kondisi ia senggang tidak memikirkan apa-apa, saat santai, atau saat tenang. Itu alamiah. Itulah pria. Dan wanitaNya Kristus perlu tau ini, supaya benar-benar menjaga pasanganmu tidak jatuh dalam pikiran cabul.


Tanpa disentuh saja bisa mikir seks. Makanya pria itu unik. Tanpa dirangsang, dia bisa nonton porno, tanpa disentuh wanita, si pria bisa terangsang sendiri.


Kau pria, sadar akan hal ini, jauhkan dirimu dari percabulan. Buatlah komitmen untuk tidak bersentuhan berlebihan dengan pasanganmu.


Tidak gandengan tangan selama pra-nikah tak masalah kan? Setelah kau menikah juga akan menikmati dalam hubungan yang diberkati Tuhan (Sampai mati malah). Itu kalau motivasimu menjaga kekudusan, kenapa tidak berani bayar harga? Apa kau hanya mencintai tubuhnya? Jika tidak, kau katakan juga mencintai hatinya, coba hargai tubuhnya. Coba miliki komitmen tidak bergandengan tangan pasanganmu, berani?


Ada yang bertanya, bagaimana bila dalam kondisi ingin menyeberang jalan yang ramai kendaraan bersama pasangan, tak boleh digandeng?


Jika kau ingin melindungi, gandengan tangannya secara wajar dalam kasih murni melindungi. Setelah sampai seberang jalan, ya lepaskan tangannya.


Ada seseorang yang mengatakan begini,"Kalau kamu pacaran tidak gandeng pacarmu, nanti digandeng orang lain."


Saya tidak setuju. Bila kau dan pasanganmu setuju memiliki hubungan pra-nikah yang kudus, tentu pasanganmu tidak main-main. Itu alasan yang childish! ALIBI. sesat.


Kalau dia juga tidak membiarkan dirimu menggandeng dirinya demi komitmen memberantas akar paling kecil dari percabulan, tentu dia juga lebih lagi menjaga daripada tangan-tangan pria lain. Kalau cewekmu tidak kau gandeng, apalagi pria lain, ia juga lebih lagi tidak mau digandeng. Itu motivasi kedua pasangan yang murni memelihara kekudusan.


Kawan, Saya berharap engkau membacanya seksama dan merenungkan kebenaran firman Tuhan dan belajar mempraktekkannya demi membangun kekudusan di masa mudamu (Kesannya gue udah tua aja). Tapi serius, saya pernah jatuh, saya bertobat dan sampai sekarang terus memegang prinsip ini. Rindu saya bagikan agar kalian tidak jatuh dalam lubang yang sama dengan saya.


Dan penggunaan bahasa blak-blakan, sebelum dan setelahnya saya mohon maaf, dan saya clear-kan bahwa ini bukan saya senonoh. Saya ingin kita benar-benar jelas melihat fakta secara detail dan jujur pada diri sendiri. Semoga memberkati anda semua. Jbu




By: Hendi Zhong

Selasa, 02 Februari 2010

Hidup dalam komunitas

Komunitas berasal dari bahasa latin= communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak

mengapa perlu kita dalam hidup berkomunitas?
karena komunitas itu adalah sebuah kehidupan...
dimana komunitas itu berperan penting seperti keluarga kita sendiri,meski kita hanya berteman..

komunitas perlu dilandasi dengan yang berbentuk SALING.
yaitu saling membantu,membangun,menasehati,dll

sedikit ilustrasi dr komunitas. kesaksian dari saya pada tanggal
3 feb 2010
jam 11 siang tepatnya..

dulu dia adalah hidup di dalam komunitas sel(KOMSEL) bareng sama saya...
sekitar 4 tahun yang lalu.....
KOMSEL di JEMB 2, ketika itu saya setelah beberapa bulan pindah komsel.
lalu ketika 1 tahun ke depan saya sudah menjadi Pemimpin Komunitas Sel (PKS)
dan sudah sampai beberapa waktu lamanya saya menjadi Pemimpin di SPK(Saya Pengikut Kristus)

apa itu SPK?
spk itu adalah sebuah komunitas yang bertujuan untuk mereka mengalami Kristus dan menjadi murid Kristus..
saat itu saya dan teman saya 4 tahun yang lalu..
sama2 baru mengikut kelas SPK.. dan saya menjadi murid dan dia murid jg...
lalu ketika sedang interview kelulusan..
saya sebagai pemimpin berhak jg angkat suara untuk meluluskan peserta murid SPK..

saya terkejut melihat teman saya yang dahulu sama2 murid,tetapi sekarang saya menjadi ketuanya dan dia saya menentukan kelulusan dia.
disitu saya melihat iman dari saya,sebelum dia di interview dia sudah lulus 100%.
kenapa saya bisa berkata demikian?
karena saya melihat dia menunggu dengan kesetiaan yang begitu lama waktunya.
sampai 3 tahun dia menunggu
karena hatinya bukan berkata untuk mencapai kelulusannya. tp dia untuk setia dalam proses pembentukan yang lama dan dia mau melayani dengan segenap hati.

ketika saya bertanya-tanya dan banyak ngobrol ama dia.
saya tanya: kenapa kok bisa anda bertahan sampai sekarang mengikuti SPK? dan kenapa dulu anda tidak lulus?
dia jawab seperti ini.. dulu dia sudah mengikuti kelas dengan baik,dan tidak absen,dan syarat2 kelulusan sudah mengikuti dengan baik. hati dan sikap pun sudah benar dia lakukan.
dan karena dia berhalang tidak bisa mengikuti reat2 kepuncak. yang disebut CG(Champion Gathering)
dia terpaksa mengulang lagi kelas SPK... dan dia dengan senang hati...
lalu setelah berjalannya waktu,dia sudah mengikuti semua dan sudah menunggu 1 tahun lebih..
tetapi alhasil,dia lupa diberitahu bahwa dia akan di interview. dan tidak ada yang mengabari dia..
karena tidak mengikuti interview..
terpaksa dia tidak lulus kembali, padahal dia berhak menerima kelulusan..

sampai waktu tanggal 31 januari 2010,dia mengikuti interview dan dinyatakan lulus tanggal 2 februari 2010..
dan dia sudah menunggu dalam waktu 3 tahun lebih dengan setia masih tetap komsel dan beribadah, dan hatinya tertanam di dalam gereja lokal.
meski teman dia banyak yang dari gereja lain,komunitas yang berbeda sering mengajak dia.
tetapi tetap dia mempunyai hati setia dan taat ama gereja lokalnya. dan dia tidak mau pindah2..

waw... jawaban yang luar biasa sekali?
teryata yang sanggup membuat dia taat dan setia adalah hidupnya di dukung oleh
KOMUNITAS....
saat dia mengalami proses yang sebenernya bisa dia kecewa,kesel,males ke gereja,DLL.
dia bercerita.. tanpa komunitas saya tidak bisa kuat sampai sekarang ini!!!

dari saya komsel 4 tahun yang lalu yang berjumlah kurang lebih 12 orang..
dan sampai sekarang dia masih tetap bertahan untuk komsel..
meski cuma pernah dan ampir sering terjadi. komsel hanya 2 orang saja.. tetap dengan sangat antusias dia berkata: dia masih cinta Tuhan dan semangat KOMSEL....
meski berdua,tetap komunitas yang berdua ini yang mendukung dia bertumbuh sampai sekarang ini..

pertanyaan terakhir saya bertanya pada dia..
ketika sudah lulus SPK..senang tidak bisa melayani?
dan gmn rasanya?
dia jawab.. sebenernya saya sudah melayani Tuhan dari dulu sampai sekarang..
karena bukan dengan saya harus lulus dulu saya melayani..
dan saya bersyukur hari ini.. Tuhan kasih Proses pembentukan yang sangatt menyenangkan..
Tuhan bri karunianya pada saya..
saya bertanya.. karunia apa yang diberikan Tuhan?
dia jawab yaitu KARUNIA MENIKMATI..
tidak semua orang memiliki karunia menikmati,karena banyak orang yang melihat kemampuan dan talentanya cuma segini,saya dibandingkan dengan orang lain tidak ada apa2nya, saya cuma segini...

tp dia mensyukuri apa yang Tuhan telah berikan.. dia mau menikmati segala apa yang dia punya..
dia mau pakai semuanya.. karena MENIKMATI apa yang menjadi pemberian Tuhan. itu karunia dan memakai karunia MENIKMATI apa yang kita miliki dan kita bagikan ke orang lain..
itu sangat dasyatt sekali...
waw... jawaban yang luar biasa.....

saat itu saya teringat dengan kisah tokoh alkitab:
kisah para rasul 2 41-47

CARA HIDUP JEMAAT YANG PERTAMA

41Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

42Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa

43Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

44Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

45dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

46Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

47sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

dari ayat yang kita baca di atas.
saat itu petrus sedang berkotbah,dan 3000 jiwa.
begitu luar biasa sekali, ketika petrus berkotbah dan yang menerima diri untuk dibaptis sampai 3000 orang..

ketika mereka sudah menerima injil. bagaimanakah cara mereka supaya terus menerus bertumbuh?
bahkan di ayat 47 berkata: jumlah mereka BERTAMBAH....

bisa anda bayangkan sejenak...
mengurus 3000 jiwa, itu pun belom lagi yang bertambahnya...
dan pertanyaan nah sebanyak itu mereka saling bertekun,mengajar...

dan yang kita bisa ambil kesimpulan dari jemaat yang pertama adalah..
hidupnya SALING BERKOMUNITAS....
mereka saling membantu,bertekun dalam pengajaran rasul-rasul..

jd hidup mereka semua itu, tidak saling iri,tidak saling bekerja sendiri..
mereka memiliki hidup saling..
karena petrus tidak mungkin yang mengurus jemaat 3000 jiwa diajarkan terus-menerus..
tp kita lihat...
yang menyelamatkan dan memajukan pertumbuhan kerohanian dan jumlah mereka adalah..
KOMUNITAS...

ketika ada yang susah,mereka saling memberi.. segala kepunyaan mereka,adalah kepunyaan bersama..
bahkan sampai ada yang melakukan tindakan xtreme. yaitu menjual harta miliknya,lalu dibagi-bagikan kepada semua...

yang paling penting.. sambil mereka memuji Allah,mereka pun disukai sesama...

indah bukan?
mari kita wujudkan hidup yang saling KOMUNITAS.... dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya..
janganlah kita menghakimi,berpandangan buruk kepada orang lain,saling menjatuhkan,tidak mau bersatu,mudah curiga sama orang,kepahitan,kebencian..

itu membuat hidup kita rugi sendiri...

HIDUP ADALAH DALAM KOMUNITAS , KOMUNIKASI ADALAH KEHIDUPAN.
TANPA KOMUNIKASI DAN KOMUNITAS MANUSIA TIDAK BISA HIDUP SENDIRI

Selasa, 01 Desember 2009

Menemukan Tuhan di Tengah Kesibukan

1 Korintus 10:31
Jika engkau makan atau jika engkau minum atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan.

Agus, seorang petani yang hidup di sebuah dusun kecil dikenal sebagai orang yang baik, rajin bekerja dan suka menolong. Meski begitu, ia bukan termasuk jemaat yang aktif di gerejanya. Inilah yang membuat sang pendeta agak kecewa, apalagi setelah ia mendengar sendiri bahwa dalam satu hari Agus hanya berdoa dua kali. Itu pun sebuah doa singkat yang berlangsung tidak lebih dari dua menit.

Suatu ketika sang pendeta berbicara dengan Tuhan mengenai kehidupan Agus. "Tuhan, payah sekali ya si Agus itu. Bayangkan Tuhan, Engkau begitu bermurah hati kepada dia namun dia hanya mengingat Engkau dua kali dalam sehari yakni dalam doa sebelum dia berangkat ke sawah dan doa sebelum dia berangkat tidur," kata si pendeta.

Sambil tersenyum Tuhan menjawab, "Aku ingin memintamu melakukan sesuatu. Besok pagi-pagi benar, engkau harus keluar dari rumahmu dengan membawa semangkuk penuh susu. Dari pagi hingga sore, engkau harus berkeliling desa ini sambil membawa mangkuk tersebut dan jangan sampai ada setetespun susu yang tumpah dari mangkuk tersebut." Sang pendeta yang dikenal sangat taat ini pun menyanggupinya.

Keesokan harinya, si pendeta melakukan persis seperti yang diperintahkan Tuhan. Malamnya ia kembali bertemu Tuhan. "Berapa kali sepanjang hari ini engkau mengingat-Ku?" tanya Tuhan. Dengan agak malu, sang pendeta menjawab, "Tidak sekali pun, Tuhan. Ampunilah hamba-Mu ini."

"Mengapa tidak sekalipun engkau mengingat Aku hari ini?" tanya Tuhan. "Karena aku begitu berkonsentrasi pada pekerjaan yang Engkau perintahkan. Aku menjaga agar jangan sampai setetes susu tumpah dari mangkuk yang penuh itu. Mohon ampuni hamba-Mu ini, Tuhan," jawab si pendeta sambil menangis karena sangat menyesal.

Dengan senyum yang penuh kasih, Tuhan menjawab, "Itulah yang terjadi jika orang terlalu sibuk memikirkan diri sendiri atau terlalu asyik dalam pekerjaannya. Agus, si petani sederhana itu bekerja keras seharian namun Ia masih mengingat Aku dua kali sehari dalam doanya. Bibirnya tidak pernah lupa untuk mengucapkan syukur atas berkat yang telah Kuberikan."

Apa hikmat yang bisa kita ambil dari cerita sederhana di atas? Saya sendiri menangkap setidaknya ada beberapa hal penting dari cerita ini. Pertama, ada kalangan tertentu yang beranggapan bahwa melayani Tuhan hanya terbatas di lingkungan gereja. Kedua, jika orang hanya berfokus pada diri sendiri atau pekerjaannya maka ia cenderung melupakan Tuhan.

Beberapa Tips Praktis

Pertanyaannya sekarang, bagaimana agar kita tetap bisa menemukan Tuhan dalam setiap kesibukan dan rutinitas kerja kita? Pertama, biasakanlah untuk mengucap syukur atas berkat yang diberikan, terutama pada saat bangun pagi. Orang sering tidak menyadari bahwa kehidupan adalah sebuah mukjizat. Bukankah kita sama sekali tidak pernah meminta agar kita dihadirkan ke dunia ini? Begitu pun dengan oksigen yang bisa kita hirup secara gratis. Bandingkan dengan orang-orang yang berada di ICU yang harus membayarnya.

Kedua, milikilah prinsip bahwa apa pun pekerjaan yang kita lakukan dapat menjadi sebuah kesempatan untuk melayani Tuhan. Ingat, tidak setiap saat dan tidak setiap orang memiliki kesempatan tersebut. Bukankah Tuhan ingin agar kasih kepada-Nya juga kita wujudkan dalam bentuk kasih kepada sesama. Dengan demikian, lewat pekerjaan yang kita lakukan, kita dapat memancarkan kasih Tuhan bagi sesama di sekitar kita. Jadilah orang yang selalu bisa membantu orang lain memecahkan masalah mereka (problem solver), bukan orang yang menambah masalah mereka (trouble maker). Dengan demikian, nama Tuhan akan semakin dipermuliakan.

Ketiga, carilah barang-barang tertentu yang bisa selalu mengingatkan kita akan kemurahan hati Tuhan. Saya sendiri menempelkan beberapa stiker di mobil saya. Misalnya doa Bapa Kami di setir mobil, lalu ada stiker lainnya di kaca depan mobil yang merupakan kutipan ayat Kitab Suci (love 1 another). Setiap kali saya melihat stiker itu, saya langsung teringat kepada Pribadi yang mengucapkannya. Bisa juga barang-barang itu berupa mug atau kalender yang mencantumkan ayat Alkitab. Seorang teman misalnya menaruh kalender harian yang berisi kutipan ayat Alkitab di meja kerjanya.

Keempat, dengarkan siaran radio rohani di saat Anda sedang menyetir mobil atau jika memungkinkan saat Anda bekerja. Tentu tidak semua orang bisa dengan bebas melakukan ini. Bisa jadi karena peraturan kantor yang melarang atau sulit berkonsentrasi pada pekerjaan kalau sambil mendengarkan siaran radio. Baru-baru ini saya menservice mobil saya di sebuah bengkel di Bandung, saya melihat sang kasir bengkel tersebut sedang asyik mendengarkan siaran sebuah stasiun radio rohani sambil terus bekerja. Lain lagi halnya dengan seorang guru di Bandung. Ia senantiasa memulai harinya dengan berdoa lalu mendengarkan renungan pagi dari sebuah radio rohani. "Dari pagi saya sudah merasakan hadirat Tuhan sehingga di sekolah saya bisa lebih bersemangat dalam bekerja," ujarnya.

Kelima, set ring tone pada handphone Anda dengan lagu rohani atau milikilah nada sambung pribadi yang bernuansa rohani. Anda bisa menggunakan lagu seperti The Prayer atau You Rise Me Up (Josh Groban).

Keenam, jangan lupa untuk berdoa di tengah kesibukan. Barangkali di tengah rutinitas itu kita tidak bisa meluangkan waktu khusus. Namun kita senantiasa bisa mengucapkan doa dalam hati kita. Misalnya, "Tuhan terima kasih karena pekerjaan berat tadi bisa kuselesaikan dengan bantuan-Mu." Atau jika ada tugas berat, katakan, "Tuhan, aku tahu ini berat. Sertai dan tolong aku, Tuhan. Terima kasih, Tuhan. Amin."

Rasanya tidak ada yang lebih indah jika kita senantiasa sadar bahwa waktu yang ada adalah sebuah anugerah sekaligus kesempatan agar kita bisa memuliakan nama Tuhan di bumi ini. Dengan begitu, hati kita tidak akan pernah lepas dari rasa bersyukur. Apalagi kita tahu bahwa Allah selalu turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.


kutipan dari : Jawaban.com

Selasa, 03 November 2009

kisah nyata penjual roti umur 12 tahun

Kisah tentang Penjual roti keliling di Muara Karang...
wahh gw sangat terinspirasi dan terberkati bangett sama seorang anak kecil,dia begitu hebat,cerdas,optimis,semangat,pekerja tangguh...

awalnya waktu hari hari SENIN,2 NOV 2009 jam 10 malam kurang lebih(saat bertemu anak kecil itu) . pertama-tama pemimpin di ibadah g sedang ngajakin gw berenang jam 7 malam,lalu karena waktu nah terlalu telat dan kita sedang siap2 untuk ke teluk gong untuk temenin dia urusin usaha dia.. dan akhirnya sampai jam 08.30 malam.. dan kita ubah rencana. kata pemimpin g,dia blg: kita pergi karaoke ajah.. awalnya kita jam 7 malam juga udah setujuinn untuk tidak jadi berenang. karena udah malam..

dia bilang, yukk kita disamping urusin usaha,pekerjaan,pelayanan,dan urusin gereja.. lebih baik kita karouke yukzzz. kita nyanyi: begini nasibb... jadi bujangan.. kemana-mana... asalkan suka..tiada yang melarang...
hahahaha (menyindir gw kyk nah) wkwkwkw

nah setelah itu jam 9 lewat kita berangkat dari teluk gong ke muara karang untuk mengajak temen g lg. sampai disitu kita nunggu dia, dan karena waktunya sudah malam. akhirnya dibuat keputusan untuk ga jadi kita karaoke. kita ngobrol-ngobrol disini.
lalu tiba2 ada anak kecil penjual roti datang...

kedatangan anak kecil penjual roti;
anak itu datang dengan bawa keranjang isi roti, dan pemimpin g hampiri tuh anak kecil.. dan mau membeli roti itu. dan pemimpin saya nawarin g, Agus... mau roti ga? roti nah enak nih...
dengan nada yg udah ngantuq dan muka yang males makan roti, g berkata: ahh.. kgk mau ka, saya bosen makan roti melulu.. dari kemaren roti,dari tadi pagi roti,dan barusan pas dari rumah saya kan kita makan roti... udah kenyang ka. saya kagak mau...
tp apa respon anak kecil itu?
wahh ini yang dasyat....
dia sudah tau klo pemimpin g udah pasti beli roti,karena dia sedang milih2.. dan anak kecil itu lgsg meresponi gw dan menatap g dan dengan nada yang sopan dia berkata:
kk udah kenyang yah? beli ajah kk buat besok sarapan pagi...
(wahh untuk jawaban anak ini hebat sekali menurut gw)

di saat g dah ksh kata2 negatif,dan udah kgk niat.. sampai g semangattt untuk beli...
yud.. lu pinter juga yah jawab nah, g ga sangka untuk anak umur seperti lu punya semangat yg optimis...
yakin bahwa yg lu tawarin pasti beli.. dan yg gw ambil kesimpulan.. dia benar2 percaya di dalam pemikiran dia yang hebat.. dia berkata: tiap gw jual roti,g melihat org pasti akan beli,tidak ada kata tidak beli....

bukan hanya disitu ajah.. ketika g tanya harganya berapa itu roti? dia berkata dulu harganya 2500 dan skrg harganya 3000...
wuihhh kok 3000 sih.. mahal amet.. biasanya kan 2500..
dia lgsg bilang.. iya dolo 2500,skrg naek 3000.. karena rotinya enak maka naek.. klo ga enak yah kgk naek...
(wuihh,, jawaban yang mantep sekali untuk anak yang berumur 12 tahun)
ini anak kecil jujur sekali dan hebat.. sampai harganya dia critaiin. klo dulu dia jual 2500 sekarang 3000.. wahh salut g....

dan tiba2 ada rekan temen gereja g juga... dia akhirnya beli juga tuh.. temen g tanya.. ada apa ajah... dan dia blg.. ada pisang coklat,coklat,blueberry,DLL
dan dia udah sebutin mau beli segini rotinya...g lupa antara 10 atau lebih berapa gitu? anggep 10.
dan saat blueberry nah di keranjang yang dia jual cuma tinggal blueberry nah. dan dia mau ambil 2 rasa blueberry... padahal tuh anak kecil masih mau meladenin ada org yang mau beli lg...
tp hebatnya anak kecil itu dia MELAYANI DENGAN HATI... dia ke tempat papanya tuh.. yang nunggu dia di motor.. disitu papanya masih simpen 1 keranjang roti lg..
dan dia trus berusaha cari blueberry nah,dan sesaat beberapa menit akhirnya ada.. dan dia lgsg beri temen saya.. nih cici blueberry nah.. dan akhirnya temen gereja g puas dengan pelayanan dia..
(g ambil kesimpulan,wahh ini anak hebat.. biasanya klo pedagang roti laennya.. klo dah tau pembeli dah pasti beli 10.. dia pasti ksh rasa laen.. dan blg rasa ini dah abis.. tp sih anak ini melayani dari hati)

setelah itu, ada karyawan penjaga restaurant disitu.. manggil tuh anak kecil karyawan itu manggil untuk beli roti..... sekitar g melihat karyawan itu semuanya wanita.. ada sekitar 7-9 org...
dan beberapa menit kemudian.. saya ga tau dia orang beli rotinya berapa? tetapi setelah jefri(anak kecil pedagang roti) setelah kembali lg..
(g melihat semua karyawan penjaga restaurant itu mereka semua pada pegang roti semua)
dan 1 hal lagi.. jefri orangnya taat.. dia blg: saya ga bs masuk restaurant itu,saya jual di depannya ajah... hebat KETAATAN sih jefri...

lalu ketika g ngobrol2 lg ama jefri.. tiba2 ada org yang naek mobil dan panggil sih jefri... dia borong roti 15 roti... waw...dasyattt.... teryata jefri sudah ada langganan..
(g melihat,jefri hebat.. dia sudah memikat langganan.. dia ambil lgsg 15.. hebat sekali)
mungkin dari kepercayaan dan kejujuran yang diberikan jefri.. dan terutama semangat jefri...
sehingga pelanggan dia datengin jefri...

lalu g tanya jefri... jef jefri sekolah kelas berapa? dia jawab dia smp 1...
wahhh kok jefri jualan? jefri kgk sekolah... lalu dia blg: saya sekolah siang kk,saya abis plg sekolah belajar dan mandi. lalu jam 6 sore-2 pagi saya jualan roti...
(wawww.... usaha dan kerja keras jefri hebatt sekali.. umur 12 tahun seperti dia.. semangatnya dasyatttttttt....)

dan g tanya: penghasilan jefri? terkadang saya pegang 250rb,300rb...
(hah? kaget saya mendengarnya.. seorang anak kecil umur 12 tahun.. penghasilannya.... wawww..... kalah saya dengan dia.. hahaha(jadi malu))...

lalu ketika malam itu udah jam 12 malam... saya pulang.. dan ada 1 org lg.. yang beli roti, dia beli roti 12 roti untuk dibagi2kan ke anak2... ke karyawan,teman2,dan kepada anak jalanan..
dia baik sekali.. dia emang org yang suka membantu....

dan dari kisah jefri: saya plg ke rumah bersama pemimpin saya...
saya merasa terhibur sekali... dan ini malam yang menyenangkan.......
dan di motor sambil nyanyi...nyanyi.. saya dan pemimpin saya...
karena ini malam dan saya melihat anak kecil yang hebat...

di dalam hati saya merenung: Tuhan, Thx Tuhan.. buat malam ini Tuhan udah ksh liat contoh dan memberikan sebuah gambaran...
bahwa lakukan hari2 dengan giat,semangat,optimis,tekad,percaya....
dan harus melihat dari sudut pandang yang positif...
dan saya tertegur sekali, dan saya ingat dengan tokoh alkitab...

yosua dan kaleb:
bilangan 13:17
Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah Kanaan, katanya kepada mereka: "Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan,

saat itu 12 pengintai disuruh musa untuk melihat gmn negeri yang mereka intai..
ayat 25: setelah 40 hari,pulanglah 12 pengintai itu...


dari 10 orang mereka berkata negatif,dan mereka dah nyerah. ada yang berkata:
ayat 31Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.

ayat 32Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

ayat 33Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami

mereka 10 orang sudah nyerah.. tetapi hanya 2 orang yang berpikir positif..
yaitu yosua dan kaleb..
ayat 30 Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"

padahal mereka melihatnya sama.. dengan orang yang sama.. negeri yang sama...
tetapi hanya mereka yang dapat berpikir positif ketika melihattt.... bahwa negeri yang dia mau rebut.. adalah negeri yang telah disediakan oleh Tuhan....
dan itu negeri yang akan kita duduki...


(nah,mari kita miliki semangat,keberanian,tanggung jawab,percaya pada Tuhan sepenuh-Nya...)
karena apa yang kita hadapi dan lewati.. itu semua pasti ada maksud dan rencana Tuhan yang mendatangkan kebaikan...
untuk itu
JANGAN MENYERAH!!!
SYUKURI APA YANG ADA...
HIDUP ADALAH ANUGRAH...



BERPIKIRLAH POSITIF,MAKA HIDUPMU AKAN POSITIF... KARENA APA YANG ANDA PIKIRKAN ITU MENENTUKAN APA YANG ANDA LAKUKAN.......












Rabu, 09 September 2009

Hal Berdoa

BERDOA?

seberapa pentingkah berdoa menurut anda?
mengapa kita harus berdoa?

ini mungkin sering menjadi pertanyaan bagi kita. saya sudah sering berdoa,tetapi tidak ada hasilnya. terkadang berdoa saya sangat lama dan udah sangat serius.. tapi kenapa doa saya tidak ada jawaban dan bahkan bertolak belakang dengan apa yang saya doakan?

mari kita liat apa yang Tuhan Yesus ajarkan di matius 6:5-15

matius 6:5
Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu

matius 6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

matius 6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

nah jadi temen2, apa yang sebelum engkau ucapkan di mulutmu.. dan sebelum engkau memintanya... Tuhan sudah mengetahui dan mengerti apa yang menjadi keperluanmu (ayat 8).
dan ayat ini sangat menegur sekali buat g secara pribadi, dan Tuhan mengajarkan kita supaya bila kita berdoa jangan seperti orang yang munafik...

oleh sebab itu.. Tuhan Yesus mengajarkan kita pula hal berdoa... dan ketika kita praktekkan dalam hal berdoa yang diajarkan Tuhan,bila dengan yakin dan sungguh-sungguh. sangat besar kuasa-Nya....

inilah pengajaran dan kotbah Tuhan Yesus yang harus kita teladani, Tuhan mengajarkan DOA BAPA KAMI..

matius 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

matius 6:10
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

matius 6:11
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

matius 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

matius 6:13
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)


matius 6:14
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

matius 6:15
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

nah,oleh sebab itu temen2 mari kita praktek trus-menerus DOA BAPA KAMI.
dengan kita berdoa dan menyembah Tuhan. (ayat 9) berkata: dikuduskanlah nama-Mu. kita harus memuji dan mempermuliakan nama Tuhan. dan (ayat 10) berkata datanglah kerajaan-Mu,jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.. supaya bukan kehendak kita yang jadi,tetapi kehendak Tuhan yang di sorga yang jadi.. dan kita turunkan di bumi.. itu sebabnya kita menjadi utusan dan disebut murid Kristus...

nah selanjutnya.. yang mungkin menjadi pertanyaan besar bagi kita adalah...
MENGAPA DOA KITA TIDAK DIJAWAB? DAN DOA KITA MALAH BERLAWANAN?

jawaban nah adalah ada di
yakobus 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan
hawa nafsumu.


itu dia yang menyebabkan kita tidak menerima apa2! karena kita salah berdoa... dan mari kita berubah dan bertobat sama2. karena ini sering terjadi di dalam kehidupan kita,dan g pun mengalami hal seperti ini.. dan g baru sadar bahwa g telah SALAH BERDOA...
cnth: kita berdoa untuk kita habiskan untuk memuaskan hawa nafsu kita yaitu..
-Tuhan saya berdoa Tuhan, saya mau memiliki sebuah hp yang model terbaru Tuhan.. saya gengsi Tuhan temen2 pada punya hp yang mahal dan baru Tuhan..
-Tuhan,saya berdoa supaya si dia putus ajah Tuhan dan jadi pacar saya..

msh byk lagi hal2 yang kita minta hanya untuk keinginan kita,tetapi bukan yang menjadi kebutuhan kita.. karena telah disinggung di ayat tadi. Tuhan sudah tahu apa yang menjadi keperluanmu..
dan berdoalah dengan sungguh2 dan doa yang benar,seperti DOA BAPA KAMI..
karena doa orang benar bila dengan yakin didoakan... sangat besar kuasanya...

mari kita renungkan teman2.... kenapa berdoa begitu penting.
itu yang harus dilakukan tiap saat... karena tanpa bernafas kita akan mati..
lukas 22:46 mengapa kamu tidur? bangunlah dan berdoalah,supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan..
hati2 temen2 apabila kita tidak berdoa,iblis sedang mengintip kita dan mencari cela untuk siap jatuh ke dalam pencobaan dan membuat kita menjadi berdosa..


mungkin ada pertanyaan seperti ini di dalam benak anda... saya jarang berdoa,dan tidak tahu gmn caranya berdoa?

ini dia, kita harus bersyukur kepada Tuhan. karena Tuhan telah membantu kita untuk menuntun kita dalam doa.. saat kita tidak bisa berdoa. dan tidak tahu harus berdoa apa?
roma 8:26 demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tahu,bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
sungguh dasyat Tuhan kita.. dia telah mengirimkan Roh kudus kepada kita, Roh lah yang membantu kita untuk kita tahu gmn seharusnya berdoa.. sebab Roh sendiri yang berdoa dengan keluhan2 yang tidak terucapkan..
jadi tugas kita adalah siapkan hati kita kepada Tuhan..maka dia yang akan pimpin hidup kita...

Kamis, 13 Agustus 2009

Sebuah Ruangan

Antara sadar dan tidak, saya menemukan diri saya di sebuah ruangan. Tidak ada ciri-ciri yang membedakan kecuali sebuah tembok yang ditutupi dengan arsip berisi kartu-kartu indeks kecil.

Kartu-kartu tersebut seperti yang ada di perpustakaan, berisi judul buku berdasarkan nama pengarang atau tema dalam urutan abjad. Tetapi arsip-arsip tersebut, yang terbentang dari Rata Penuhlantai sampai langit-langit dan tampaknya tak berakhir dari segala arah, memiliki judul yang sangat berbeda. Ketika saya mendekati tembok arsip tersebut, arsip pertama yang menarik perhatian saya adalah arsip yang berjudul “Gadis-gadis yang pernah aku sukai”. Saya membukanya dan memulai membolak-balik kartu-kartu tersebut. Saya cepat-cepat menutup kartu itu, terkejut karena menyadari bahwa saya mengenal nama-nama yang tertulis pada tiap kartu tersebut.

Kemudian tanpa diberi tahu, saya tahu persis di mana saya berada. Ruangan tanpa kehidupan dengan arsip-arsip kecilnya adalah sebuah sistem katalog sederhana dari kehidupan saya. Di sana tertulis setiap tindakan saya setiap saat, baik besar maupun kecil, dalam rincian yang tidak dapat ditandingi dengan daya ingat saya.

Suatu perasaan kagum dan ingin tahu, disertai dengan ketakutan yang berkecamuk di dalam diri saya ketika saya mulai membuka arsip-arsip itu secara acak dan menyelidiki isinya. Beberapa membawa kenangan manis dan sukacita; yang lain memalukan dan saya sesali sehingga saya akan melihat melalui pundak saya apakah seseorang sedang memperhatikan saya. Sebuah arsip bertuliskan “Teman-teman” bersebelahan dengan arsip berjudul “Teman-teman yang telah kukhianati”.

Judul arsip-arsip tersebut bervariasi mulai dari yang biasa sampai yang aneh sama sekali: “Buku-buku yang pernah aku baca”, “Kebohongan-kebohongan yang pernah aku buat”, “Penghiburan yang pernah kuberikan”, “Lelucon-lelucon yang pernah kutertawakan”. Beberapa sangat tepat: “Cemoohan yang pernah kusampaikan kepada saudara-saudaraku”. Yang lain yang tidak dapat saya tertawakan: “Hal-hal yang telah kulakukan dalam kemarahan”, “Gerutuan yang pernah kusampaikan kepada orang tuaku”. Saya tidak pernah tidak terkejut melihat isinya. Seringkali ada lebih banyak kartu daripada yang saya perkirakan. Kadangkala ada lebih sedikit kartu daripada yang saya harapkan.

Saya diliputi oleh volume kehidupan yang telah saya jalani. Mungkinkah saya memiliki waktu di usia saya yang 20 tahun ini untuk menuliskan tiap-tiap kartu yang jumlahnya bisa ribuan, atau bahkan jutaan ini? Tetapi setiap kartu menegaskan kebenaran ini. Masing-masing kartu bertuliskan tulisan tangan saya sendiri. Dan setiap kartu saya tandatangani.
Ketika saya sampai pada sebuah arsip berjudul “Pemikiran-pemikiran yang didorong oleh hawa nafsu”, saya merasakan tubuh saya dingin. Saya menarik keluar arsip itu hanya satu inci, tidak berminat untuk menyelidiki besarnya, dan menarik sebuah kartu. Saya merasa jijik melihat isinya secara terperinci. Saya kesal memikirkan saat seperti itu juga tercatat.

Tiba-tiba saya merasakan suatu kemarahan seperti seekor binatang. Satu pikiran mendominasi otak saya: “Tidak ada seorangpun yang boleh melihat kartu-kartu ini. Tidak ada satu orangpun yang akan pernah melihat ruangan ini! Aku harus menghancurkan semuanya!” Dengan pikiran kalang kabut itu saya merenggut keluar arsip tersebut. Sekarang ukurannya tidak menjadi masalah. Saya harus mengosongkannya dan membakar kartu-kartu tersebut. Tetapi ketika saya mengambil arsip itu dan memukul-mukulkannya ke lantai, saya tidak dapat mencabut satu kartu pun. Saya menjadi putus asa dan menarik keluar sebuah kartu, hanya untuk menemukan bahwa kartu itu sekuat baja ketika saya berusaha untuk merobeknya.

Merasa kalah dan benar-benar putus asa, saya mengembalikan arsip itu ke tempatnya. Sambil menyandarkan dahi saya ke tembok, saya mengeluarkan keluhan panjang mengasihani diri sendiri. Dan kemudian saya melihat sebuah arsip lain. Judul arsip itu adalah “Orang-orang yang pernah saya ceritakan tentang Injil”. Pegangannya lebih terang daripada yang ada di dekatnya, lebih baru hampir tidak pernah digunakan. Saya menarik pegangan itu dan sebuah kotak kecil yang tidak lebih dari delapan sentimeter panjangnya jatuh ke dalam tangan saya. Saya bisa menghitung kartu-kartu yang ada di sebelah tangan saya.

Kemudian air mata pun mengalir. Saya mulai menangis. Saya terisak begitu hebat sampai rasa sakitnya terasa di perut saya dan mengguncangkan saya. Saya jatuh berlutut dan menangis. Saya berteriak karena malu, sangat malu. Baris-baris rak arsip itu berputar-putar dalam pandangan saya yang dipenuhi air mata. Tidak ada satu orangpun yang boleh mengetahui ruangan ini. Saya harus menguncinya dan menyembunyikan kuncinya.

Tetapi kemudian saat saya menyeka air mata saya, saya melihat Dia. Tidak, tolong, jangan Dia. Tidak di sini. Siapapun boleh kecuali YESUS.

Saya memperhatikan dengan pasrah ketika Ia mulai membuka arsip-arsip dan membaca kartu-kartu di dalamnya. Saya tidak tahan melihat respon-Nya. Di saat saya memberanikan diri memandang wajah-Nya, saya melihat suatu kesedihan yang lebih dalam daripada kesedihan saya. Seperti dibimbing oleh intuisi-Nya, Ia berjalan menuju kotak-kotak yang paling buruk. Mengapa Ia harus membaca setiap arsip?

Akhirnya Ia berpaling dan memandang saya dari seberang ruangan. Ia memandang saya dengan belas kasihan di mataNya. Tetapi bukan kemarahan. Saya menjatuhkan kepala saya, menutupi muka saya dengan tangan, dan mulai menangis lagi. Ia menghampiri saya dan merangkul saya. Bisa saja Ia mengatakan begitu banyak hal. Tetapi Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menangis bersama saya.

Kemudian Ia bangkit dan berjalan kembali ke dinding arsip tersebut. Dimulai dari ujung ruangan yang satu, Ia mengeluarkan sebuah arsip dan satu demi satu, Ia menuliskan namaNya di atas nama saya pada setiap kartu.

“Tidak!” saya berteriak, buru-buru menghampiri Dia. Yang dapat saya katakan hanyalah “Tidak, tidak,” ketika saya menarik kartu dariNya. NamaNya tidak seharusnya ada di kartu-kartu ini. Tetapi nama itu telah tertera, ditulisnya begitu nyata dan jelas dengan tinta merah. Nama Yesus menutupi nama saya. Nama itu ditulis dengan darahNya.

Dengan lembut Ia mengembalikan kartu itu. Ia memberikan senyum kesedihan dan melanjutkan untuk menandatangani kartu-kartu itu. Saya tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia dapat melakukannya secepat itu, tetapi hal cepat berikutnya adalah saya melihat Ia sudah berada di arsip terakhir dan kembali di sisi saya. Ia meletakkan tanganNya ke atas pundak saya dan berkata, “Sudah selesai”.

Saya berdiri dan Ia menuntun saya keluar dari ruangan. Tidak ada kunci pada pintu itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis.

Sumber: Buku “I Kissed Dating Goodbye” – Joshua Harris (page 98-100)


Dari cerita di atas, mari kita renungkan sejenak bagaimana kita mempergunakan waktu hari-hari ini dan bagaimana kelakuan hidup kita? Setiap perkataan dan perbuatan sekecil apapun itu, sepintar apapun kita menyembunyikannya dari orang lain, semuanya itu akan tercatat secara detail dan lengkap di buku kehidupan. Pada waktu penghakiman nanti, semuanya itu harus kita pertanggung-jawabkan seluruhnya di hadapan Allah Bapa yang Maha Kuasa. Pernahkah terpikirkan bagaimana cara kita mempertanggungjawabkan semuanya itu kelak?

Mungkin terkadang kita merasa bimbang, jalan seperti apakah yang harus diambil. Di satu sisi, sebagai orang percaya tentunya kita memiliki Roh Kudus yang akan selalu memperingatkan kita apabila kita mulai salah jalur, mulai bermain-main dengan dosa. Namun di sisi lain, di dalam pergaulan dengan teman-teman, mungkin terkadang kita merasa takut di-cap sebagai ‘orang yang sok suci’ dan dijauhi oleh teman-teman karena kita menaati kebenaran Firman Tuhan.

Satu hal yang harus selalu diingat bahwa ketika hari penghakiman nanti, yang harus mempertanggungjawabkan semuanya adalah DIRI SENDIRI (secara pribadi). Kita tidak dapat berkata “Tuhan, aku melakukannya karena orang itu yang menyuruh aku berbuat demikian, orang itu yang mengajar dan menghasut aku. Jadi salahkanlah dia, ini bukan salahku”. Sama seperti yang dilakukan oleh Adam yang menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular ketika Tuhan meminta pertanggung jawaban mereka (Kejadian 3:12-13). Tetapi apa yang sudah Adam dan Hawa lakukan tetap harus dipertanggungjawabkan meskipun Tuhan juga menghukum ular yang menghasut mereka (Kejadian 3: 14-19).

Teman-teman yang mencemooh kita tidak akan bisa menyelamatkan kita. Akan tetapi, Tuhan Yesus sudah membuktikan kasihNya kepada kita melalui pengorbananNya di atas kayu salib. Semua dosa kita telah ditebus dan dibayar lunas oleh Darah Anak Domba. Pernahkah Tuhan mengecewakan kita? Sekalipun TIDAK PERNAH, bahkan Dia selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Semua telah Yesus berikan untuk kita, termasuk nyawaNya sendiri, namun seberapa seringkah kita melukai hati Tuhan dan membuat Dia menangis karena perbuatan kita? Bukankah sungguh kita adalah orang yang sangat kejam dan bodoh?

Ada sebuah kabar baik bagi kita semua. Tuhan selalu menanti kita kembali lagi, Dia tidak pernah mengharapkan kita semua binasa. Tuhan selalu menanti kita kembali lagi dengan tangan terbuka sama seperti pada perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15: 11-32). Bahkan lebih dari sekedar menerima kita dengan tangan terbuka, tetapi seisi surga akan bersukacita dan berpesta ria untuk merayakannya (Lukas 15: 7). Namun jangan pernah menunda-nunda waktu untuk kembali kepada Tuhan Yesus karena kita tidak pernah tau kapan usia kita akan berakhir. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan itu karena jantung dan nafas kita telah berhenti.

Syaratnya apa untuk kembali lagi kepada Bapa? Cukup MENGAKUI dosa kita (1 Yohanes 1:9) dan BERTOBAT. Bertobat artinya meninggalkan dosa-dosa kita secara total dan permanen, bukan hanya setengah-setengah atau sebagian saja. Maukah kita memberikan SELURUH ruangan di hati kita untuk dibersihkan, dipenuhi dan dikuasai oleh Tuhan Yesus?

Setelah kita menerima keselamatan ini, maukah kita membagikannya kepada orang lain agar mereka juga menerima kado istimewa ini? Jangan jadi orang yang egois, yang hanya menikmati hadiah keselamatan itu sendirian saja.

KESELAMATAN TERSEDIA BAGI SETIAP ORANG, TANPA TERKECUALI. TUHAN YESUS MENGASIHI SAUDARA DAN SAYA DENGAN KASIH YANG SAMA DAN KASIHNYA TIDAK PERNAH BERUBAH DARI DULU, SEKARANG, DAN SELAMANYA.

Efesus 5: 15-16
“Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”




Jumat, 07 Agustus 2009

Mendengar suara Tuhan part 2

mendengar suara Tuhan, yang di part 1 kita membahas apa itu suara Tuhan? dan kali ini mari kita sama2 untuk selalu taat dan mendengarkan suara Tuhan setiap waktu...
dan mari kita belajar dari tokoh alkitab yang begitu TAAT ama Tuhan dan mendengarkan suara-Nya.. maria saudara dari martha..
lukas 10:38-42

maria dan martha,
(38) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
(39) Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
(40) sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.
(41) Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
(42) tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

di ayat 42 mari kita lihat! hanya satu yang perlu.... yaitu Maria telah memilih bagian yang terbaik.
terkadang problem hal ini sering terjadi dalam hidup kita.. terkadang kita lebih memilih dalam hal sok kepoh(sotoy=sok tau).
Tuhan perlu ini loh,Tuhan maunya kita begini.. anak Tuhan harus rajin,anak Tuhan harus bla..bla..bla..
tanpa kita bertanya dan tidak mendengar suara Tuhan.... kita yang mengatur Tuhan bahwa aku bisa kok menyenangkan hati Tuhan,Tuhan pasti tr puji2 saya...
sebenernya itu tidak salah dan bagus sih.. cuma terlebih lagi kita harus lebih tahu dulu apa yang Tuhan inginkan. karena Tuhan hanya mau kita taat sajah dan mengasihi Dia,mendengarkan Dia..

1 SAMUEL 15:22b
(22) Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

kita harus lebih banyak MENDENGAR dan MEMPERHATIKAN...

1MENDENGAR= apa yang menjadi perintah Tuhan,TAAT,SETIA, dan LAKUKAN yang menjadi kehendak Tuhan..
2MEMPERHATIKAN= kita lihat,bahwa apakah yang kita lakukan menjadi kehendak TUHAN? dan apakah sesuai dengan apa yang menjadi perintah-Nya......
mari kita supaya dapat mengenal keinginan-Nya,daripada melakukan banyak perkara bagi-Nya tanpa mengetahui kehendak-Nya...
pengkotbah 5:1 janganlah terburu-buru dengan mulutmu

mengapa mendengar suara Tuhan itu begitu sangat penting dalam hidup kita, karena itu adalah tanda kita mengasihi Tuhan dan takut akan dia.. sebagai orang yang mendengarkan selalu apa yang menjadi suara Tuhan... pastilah hidup kita akan menjadi berhasil. dan mengapa kita diciptakan dengan 2 telinga dan 1 mulut. karena: dua kali kita lebih mendengar,dan satu kali untuk berbicara...

tanpa kita menuruti dan tidak mau mendengar suara Tuhan. kita akan menjadi pembrontak dan menjadi orang yang tidak taat.. mari kita lihat ketika kita mendengarkan suara Tuhan.

ulangan 28:1-14 (berkat)
boleh anda baca di alkitab, berikut tentang berkat yang mengikuti ketika kita mendengar suara Tuhan..
karena di ayat 1 berkata:
(1) Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

dan apa sih kalo kita tidak mendengarkan suara Tuhan?

ulangan 28:15-46 (kutuk)
ayat 15 berkata:
(15) Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.

TUHAN LEBIH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG DISELEMATKAN-NYA DAN YANG MENGASIHI-NYA MENDENGARKAN DIA,SUPAYA MEREKA DAPAT MENGENAL KEINGININANNYA,DARIPADA MELAKUKAN PERKARA TANPA MENGETAHUI KEHENDAK-NYA