Kamis, 13 Agustus 2009

Sebuah Ruangan

Antara sadar dan tidak, saya menemukan diri saya di sebuah ruangan. Tidak ada ciri-ciri yang membedakan kecuali sebuah tembok yang ditutupi dengan arsip berisi kartu-kartu indeks kecil.

Kartu-kartu tersebut seperti yang ada di perpustakaan, berisi judul buku berdasarkan nama pengarang atau tema dalam urutan abjad. Tetapi arsip-arsip tersebut, yang terbentang dari Rata Penuhlantai sampai langit-langit dan tampaknya tak berakhir dari segala arah, memiliki judul yang sangat berbeda. Ketika saya mendekati tembok arsip tersebut, arsip pertama yang menarik perhatian saya adalah arsip yang berjudul “Gadis-gadis yang pernah aku sukai”. Saya membukanya dan memulai membolak-balik kartu-kartu tersebut. Saya cepat-cepat menutup kartu itu, terkejut karena menyadari bahwa saya mengenal nama-nama yang tertulis pada tiap kartu tersebut.

Kemudian tanpa diberi tahu, saya tahu persis di mana saya berada. Ruangan tanpa kehidupan dengan arsip-arsip kecilnya adalah sebuah sistem katalog sederhana dari kehidupan saya. Di sana tertulis setiap tindakan saya setiap saat, baik besar maupun kecil, dalam rincian yang tidak dapat ditandingi dengan daya ingat saya.

Suatu perasaan kagum dan ingin tahu, disertai dengan ketakutan yang berkecamuk di dalam diri saya ketika saya mulai membuka arsip-arsip itu secara acak dan menyelidiki isinya. Beberapa membawa kenangan manis dan sukacita; yang lain memalukan dan saya sesali sehingga saya akan melihat melalui pundak saya apakah seseorang sedang memperhatikan saya. Sebuah arsip bertuliskan “Teman-teman” bersebelahan dengan arsip berjudul “Teman-teman yang telah kukhianati”.

Judul arsip-arsip tersebut bervariasi mulai dari yang biasa sampai yang aneh sama sekali: “Buku-buku yang pernah aku baca”, “Kebohongan-kebohongan yang pernah aku buat”, “Penghiburan yang pernah kuberikan”, “Lelucon-lelucon yang pernah kutertawakan”. Beberapa sangat tepat: “Cemoohan yang pernah kusampaikan kepada saudara-saudaraku”. Yang lain yang tidak dapat saya tertawakan: “Hal-hal yang telah kulakukan dalam kemarahan”, “Gerutuan yang pernah kusampaikan kepada orang tuaku”. Saya tidak pernah tidak terkejut melihat isinya. Seringkali ada lebih banyak kartu daripada yang saya perkirakan. Kadangkala ada lebih sedikit kartu daripada yang saya harapkan.

Saya diliputi oleh volume kehidupan yang telah saya jalani. Mungkinkah saya memiliki waktu di usia saya yang 20 tahun ini untuk menuliskan tiap-tiap kartu yang jumlahnya bisa ribuan, atau bahkan jutaan ini? Tetapi setiap kartu menegaskan kebenaran ini. Masing-masing kartu bertuliskan tulisan tangan saya sendiri. Dan setiap kartu saya tandatangani.
Ketika saya sampai pada sebuah arsip berjudul “Pemikiran-pemikiran yang didorong oleh hawa nafsu”, saya merasakan tubuh saya dingin. Saya menarik keluar arsip itu hanya satu inci, tidak berminat untuk menyelidiki besarnya, dan menarik sebuah kartu. Saya merasa jijik melihat isinya secara terperinci. Saya kesal memikirkan saat seperti itu juga tercatat.

Tiba-tiba saya merasakan suatu kemarahan seperti seekor binatang. Satu pikiran mendominasi otak saya: “Tidak ada seorangpun yang boleh melihat kartu-kartu ini. Tidak ada satu orangpun yang akan pernah melihat ruangan ini! Aku harus menghancurkan semuanya!” Dengan pikiran kalang kabut itu saya merenggut keluar arsip tersebut. Sekarang ukurannya tidak menjadi masalah. Saya harus mengosongkannya dan membakar kartu-kartu tersebut. Tetapi ketika saya mengambil arsip itu dan memukul-mukulkannya ke lantai, saya tidak dapat mencabut satu kartu pun. Saya menjadi putus asa dan menarik keluar sebuah kartu, hanya untuk menemukan bahwa kartu itu sekuat baja ketika saya berusaha untuk merobeknya.

Merasa kalah dan benar-benar putus asa, saya mengembalikan arsip itu ke tempatnya. Sambil menyandarkan dahi saya ke tembok, saya mengeluarkan keluhan panjang mengasihani diri sendiri. Dan kemudian saya melihat sebuah arsip lain. Judul arsip itu adalah “Orang-orang yang pernah saya ceritakan tentang Injil”. Pegangannya lebih terang daripada yang ada di dekatnya, lebih baru hampir tidak pernah digunakan. Saya menarik pegangan itu dan sebuah kotak kecil yang tidak lebih dari delapan sentimeter panjangnya jatuh ke dalam tangan saya. Saya bisa menghitung kartu-kartu yang ada di sebelah tangan saya.

Kemudian air mata pun mengalir. Saya mulai menangis. Saya terisak begitu hebat sampai rasa sakitnya terasa di perut saya dan mengguncangkan saya. Saya jatuh berlutut dan menangis. Saya berteriak karena malu, sangat malu. Baris-baris rak arsip itu berputar-putar dalam pandangan saya yang dipenuhi air mata. Tidak ada satu orangpun yang boleh mengetahui ruangan ini. Saya harus menguncinya dan menyembunyikan kuncinya.

Tetapi kemudian saat saya menyeka air mata saya, saya melihat Dia. Tidak, tolong, jangan Dia. Tidak di sini. Siapapun boleh kecuali YESUS.

Saya memperhatikan dengan pasrah ketika Ia mulai membuka arsip-arsip dan membaca kartu-kartu di dalamnya. Saya tidak tahan melihat respon-Nya. Di saat saya memberanikan diri memandang wajah-Nya, saya melihat suatu kesedihan yang lebih dalam daripada kesedihan saya. Seperti dibimbing oleh intuisi-Nya, Ia berjalan menuju kotak-kotak yang paling buruk. Mengapa Ia harus membaca setiap arsip?

Akhirnya Ia berpaling dan memandang saya dari seberang ruangan. Ia memandang saya dengan belas kasihan di mataNya. Tetapi bukan kemarahan. Saya menjatuhkan kepala saya, menutupi muka saya dengan tangan, dan mulai menangis lagi. Ia menghampiri saya dan merangkul saya. Bisa saja Ia mengatakan begitu banyak hal. Tetapi Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menangis bersama saya.

Kemudian Ia bangkit dan berjalan kembali ke dinding arsip tersebut. Dimulai dari ujung ruangan yang satu, Ia mengeluarkan sebuah arsip dan satu demi satu, Ia menuliskan namaNya di atas nama saya pada setiap kartu.

“Tidak!” saya berteriak, buru-buru menghampiri Dia. Yang dapat saya katakan hanyalah “Tidak, tidak,” ketika saya menarik kartu dariNya. NamaNya tidak seharusnya ada di kartu-kartu ini. Tetapi nama itu telah tertera, ditulisnya begitu nyata dan jelas dengan tinta merah. Nama Yesus menutupi nama saya. Nama itu ditulis dengan darahNya.

Dengan lembut Ia mengembalikan kartu itu. Ia memberikan senyum kesedihan dan melanjutkan untuk menandatangani kartu-kartu itu. Saya tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia dapat melakukannya secepat itu, tetapi hal cepat berikutnya adalah saya melihat Ia sudah berada di arsip terakhir dan kembali di sisi saya. Ia meletakkan tanganNya ke atas pundak saya dan berkata, “Sudah selesai”.

Saya berdiri dan Ia menuntun saya keluar dari ruangan. Tidak ada kunci pada pintu itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis.

Sumber: Buku “I Kissed Dating Goodbye” – Joshua Harris (page 98-100)


Dari cerita di atas, mari kita renungkan sejenak bagaimana kita mempergunakan waktu hari-hari ini dan bagaimana kelakuan hidup kita? Setiap perkataan dan perbuatan sekecil apapun itu, sepintar apapun kita menyembunyikannya dari orang lain, semuanya itu akan tercatat secara detail dan lengkap di buku kehidupan. Pada waktu penghakiman nanti, semuanya itu harus kita pertanggung-jawabkan seluruhnya di hadapan Allah Bapa yang Maha Kuasa. Pernahkah terpikirkan bagaimana cara kita mempertanggungjawabkan semuanya itu kelak?

Mungkin terkadang kita merasa bimbang, jalan seperti apakah yang harus diambil. Di satu sisi, sebagai orang percaya tentunya kita memiliki Roh Kudus yang akan selalu memperingatkan kita apabila kita mulai salah jalur, mulai bermain-main dengan dosa. Namun di sisi lain, di dalam pergaulan dengan teman-teman, mungkin terkadang kita merasa takut di-cap sebagai ‘orang yang sok suci’ dan dijauhi oleh teman-teman karena kita menaati kebenaran Firman Tuhan.

Satu hal yang harus selalu diingat bahwa ketika hari penghakiman nanti, yang harus mempertanggungjawabkan semuanya adalah DIRI SENDIRI (secara pribadi). Kita tidak dapat berkata “Tuhan, aku melakukannya karena orang itu yang menyuruh aku berbuat demikian, orang itu yang mengajar dan menghasut aku. Jadi salahkanlah dia, ini bukan salahku”. Sama seperti yang dilakukan oleh Adam yang menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular ketika Tuhan meminta pertanggung jawaban mereka (Kejadian 3:12-13). Tetapi apa yang sudah Adam dan Hawa lakukan tetap harus dipertanggungjawabkan meskipun Tuhan juga menghukum ular yang menghasut mereka (Kejadian 3: 14-19).

Teman-teman yang mencemooh kita tidak akan bisa menyelamatkan kita. Akan tetapi, Tuhan Yesus sudah membuktikan kasihNya kepada kita melalui pengorbananNya di atas kayu salib. Semua dosa kita telah ditebus dan dibayar lunas oleh Darah Anak Domba. Pernahkah Tuhan mengecewakan kita? Sekalipun TIDAK PERNAH, bahkan Dia selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Semua telah Yesus berikan untuk kita, termasuk nyawaNya sendiri, namun seberapa seringkah kita melukai hati Tuhan dan membuat Dia menangis karena perbuatan kita? Bukankah sungguh kita adalah orang yang sangat kejam dan bodoh?

Ada sebuah kabar baik bagi kita semua. Tuhan selalu menanti kita kembali lagi, Dia tidak pernah mengharapkan kita semua binasa. Tuhan selalu menanti kita kembali lagi dengan tangan terbuka sama seperti pada perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15: 11-32). Bahkan lebih dari sekedar menerima kita dengan tangan terbuka, tetapi seisi surga akan bersukacita dan berpesta ria untuk merayakannya (Lukas 15: 7). Namun jangan pernah menunda-nunda waktu untuk kembali kepada Tuhan Yesus karena kita tidak pernah tau kapan usia kita akan berakhir. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan itu karena jantung dan nafas kita telah berhenti.

Syaratnya apa untuk kembali lagi kepada Bapa? Cukup MENGAKUI dosa kita (1 Yohanes 1:9) dan BERTOBAT. Bertobat artinya meninggalkan dosa-dosa kita secara total dan permanen, bukan hanya setengah-setengah atau sebagian saja. Maukah kita memberikan SELURUH ruangan di hati kita untuk dibersihkan, dipenuhi dan dikuasai oleh Tuhan Yesus?

Setelah kita menerima keselamatan ini, maukah kita membagikannya kepada orang lain agar mereka juga menerima kado istimewa ini? Jangan jadi orang yang egois, yang hanya menikmati hadiah keselamatan itu sendirian saja.

KESELAMATAN TERSEDIA BAGI SETIAP ORANG, TANPA TERKECUALI. TUHAN YESUS MENGASIHI SAUDARA DAN SAYA DENGAN KASIH YANG SAMA DAN KASIHNYA TIDAK PERNAH BERUBAH DARI DULU, SEKARANG, DAN SELAMANYA.

Efesus 5: 15-16
“Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”




Jumat, 07 Agustus 2009

Mendengar suara Tuhan part 2

mendengar suara Tuhan, yang di part 1 kita membahas apa itu suara Tuhan? dan kali ini mari kita sama2 untuk selalu taat dan mendengarkan suara Tuhan setiap waktu...
dan mari kita belajar dari tokoh alkitab yang begitu TAAT ama Tuhan dan mendengarkan suara-Nya.. maria saudara dari martha..
lukas 10:38-42

maria dan martha,
(38) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
(39) Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
(40) sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.
(41) Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
(42) tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

di ayat 42 mari kita lihat! hanya satu yang perlu.... yaitu Maria telah memilih bagian yang terbaik.
terkadang problem hal ini sering terjadi dalam hidup kita.. terkadang kita lebih memilih dalam hal sok kepoh(sotoy=sok tau).
Tuhan perlu ini loh,Tuhan maunya kita begini.. anak Tuhan harus rajin,anak Tuhan harus bla..bla..bla..
tanpa kita bertanya dan tidak mendengar suara Tuhan.... kita yang mengatur Tuhan bahwa aku bisa kok menyenangkan hati Tuhan,Tuhan pasti tr puji2 saya...
sebenernya itu tidak salah dan bagus sih.. cuma terlebih lagi kita harus lebih tahu dulu apa yang Tuhan inginkan. karena Tuhan hanya mau kita taat sajah dan mengasihi Dia,mendengarkan Dia..

1 SAMUEL 15:22b
(22) Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

kita harus lebih banyak MENDENGAR dan MEMPERHATIKAN...

1MENDENGAR= apa yang menjadi perintah Tuhan,TAAT,SETIA, dan LAKUKAN yang menjadi kehendak Tuhan..
2MEMPERHATIKAN= kita lihat,bahwa apakah yang kita lakukan menjadi kehendak TUHAN? dan apakah sesuai dengan apa yang menjadi perintah-Nya......
mari kita supaya dapat mengenal keinginan-Nya,daripada melakukan banyak perkara bagi-Nya tanpa mengetahui kehendak-Nya...
pengkotbah 5:1 janganlah terburu-buru dengan mulutmu

mengapa mendengar suara Tuhan itu begitu sangat penting dalam hidup kita, karena itu adalah tanda kita mengasihi Tuhan dan takut akan dia.. sebagai orang yang mendengarkan selalu apa yang menjadi suara Tuhan... pastilah hidup kita akan menjadi berhasil. dan mengapa kita diciptakan dengan 2 telinga dan 1 mulut. karena: dua kali kita lebih mendengar,dan satu kali untuk berbicara...

tanpa kita menuruti dan tidak mau mendengar suara Tuhan. kita akan menjadi pembrontak dan menjadi orang yang tidak taat.. mari kita lihat ketika kita mendengarkan suara Tuhan.

ulangan 28:1-14 (berkat)
boleh anda baca di alkitab, berikut tentang berkat yang mengikuti ketika kita mendengar suara Tuhan..
karena di ayat 1 berkata:
(1) Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

dan apa sih kalo kita tidak mendengarkan suara Tuhan?

ulangan 28:15-46 (kutuk)
ayat 15 berkata:
(15) Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.

TUHAN LEBIH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG DISELEMATKAN-NYA DAN YANG MENGASIHI-NYA MENDENGARKAN DIA,SUPAYA MEREKA DAPAT MENGENAL KEINGININANNYA,DARIPADA MELAKUKAN PERKARA TANPA MENGETAHUI KEHENDAK-NYA

Rabu, 05 Agustus 2009

Mendengar suara Tuhan part 1

mungkin ini pertanyaan yang sering orang tanyakan di dalam dirinya sendiri. apa sih itu suara Tuhan? dan suara Tuhan itu kyk gmn sih?
ada yang bertanya-tanya, saya udah ikut Tuhan udah lama kok tidak pernah denger suara Tuhan sih?

nah hari ini mari kita bahas tentang dengar-dengaran....
sebelumnya saya mau bagi hidup saya tentang suara Tuhan.
dulu,waktu saya pertama kali merasakan jamahan Tuhan yang luar biasa. Ketika saya menerima dan lahir baru....
sebelumnya saya udah lama ke gereja.. dan karena pergaulan dari temen2 saya akhirnya meninggalkan Tuhan dan pergi bersama teman2 ke diskotik..
tapi disaat saya mencari Tuhan,dan seperti ada pesan yang berkata:saya harus balik ke gereja

akhirnya,saya benar2 merasakan jamahan Tuhan.pertama saya beribadah saya sudah dilawat Tuhan,dan minggu kedua saya beribadah saya sungguh merasakan Tuhan sudah rindu untuk berbicara dengan saya lagi.. dan setelah itu saya diajak temen saya untuk pergi ke komseL...
di komsel saya sangat sukacita sekali,karena mereka2 semua sangat saling memperhatikan,memotivasi saya,dan hal yang paling berkesan bagi hidup saya adalah dirayakan ulang tahun saya...
wahhh..rasanya sangat sukacita sekali setiap komsel... dan ketika komsel sudah 1 bulan. mereka anggota komsel pada share tentang hidup. mereka bahas tentang kesaksian hidup mereka,dan inilah titik awal saya mencari-cari apa yang namanya suara Tuhan...

awal saya mendengarkan Suara Tuhan:
saat kesaksian hidup dibagikan,saya sedang membuat sebuah lingkaran kecil. dan awal pertama kali PKS nah chica membagikan sesuatu. yaitu dia mendengarkan suara Tuhan bahwa komsel kita harus begini..bla..bla... dan akhirnya chica menanyakan satu per satu tentang apa sih suara Tuhan dalam hidupmu...
waaa.. saya melihat semua masing2 dapet suara Tuhan.dan mereka menceritakan..bla..bla..bla..
bahkan,anak baru yang pertama mengikuti komsel juga crita. dan cuma saya doank yang tidak mengerti apa sih suara TUHAN??
saya disitu berkata dengan terus terang: saya tidak mengerti apa suara Tuhan dan saya belom dapet.. dan ada yang berkata kepada saya,pasti Tuhan akan berbicara ama Agus klo Agus sering berdoa ama Tuhan.
disaat itu saya pulang komsel hanya termenung dan tidak mengerti apa sih suara Tuhan?
dan sampe seminggu lewat saya masih tetep bingung,dan tidak mendapatkan suara Tuhan...

saya mulai merasa tertuduh dan kecewa,kenapa saya kenal Tuhan. Tuhan tidak mau berbicara ama saya?
di pemikiran saya suara Tuhan adalah menggelegar.seperti:. hi agus.... ini Tuhan Allahmu...
dan saya menjadi takut, apa itu suara Tuhan? setelah saya mulai merasa pasrah.. ahh kyk nah hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan suara Tuhan.. sedangkan saya mana bisa?
perasaan kecewa mulai datang..
tp setelah saya udah lama tidak ingat-ingat lagi tentang suara Tuhan. tiba-tiba ada satu suara yang begitu lembut dan kecil sekali suaranya..tapi sangat damai sekali dihati yang berkata: Tuhan seringkali berbicara denganmu dihatimu... tapi karena engkau yang tidak mendengarkan suara ini!!!

waahh disitu saya benar-benar merasakan dan mendapatkan pesan yang begitu damai sekali....
itulah titik awal saya mendapatkan suara TUHAN.......

saat mengertinya suara Tuhan:
teryata saya baru tahu,klo suara Tuhan itu sebenernya sudah ada ketika kita menerima Yesus dan percaya Yesus... dan serta mencari dia selalu. karena suara Tuhan itu sebenernya sudah ada dihati kita. cuma kita terkadang tidak taat dan tidak mendengarkan perintah-Nya, itu yang membuat kita sulit membedakan suara Tuhan...
karena saat itu saya sering mendengarkan suara Tuhan seperti di tempat kerja saya.. ketika saya sedang sedih dan rasanya ingin menangis.. saya berseru ama Tuhan.. dan dia menjawab...
saya baru sadar betull. ohh teryata saya baru tahu,sebenernya Tuhan sudah sering berbicara ama diri kita lewat hati kita. cm karena dosa dan karena kita terlalu byk mendengarkan suara volume iblis lebih besar..itu yang membuat suara Tuhan tidak terdengar.. bukan suara Tuhan tidak ada..
contoh: ketika kita melakukan dosa,dan dihati kita rasanya tidak damai,deg..deg..an.. itu sebenernya suara Tuhan sedang berbicara di hidup kita..

cuma,kita tidak mengerti.. yang kita harapkan suara Tuhan itu adalah yang begitu extreme..
seperti. Tuhan klo emang Tuhan ada biarkan pohon itu tersambar petir..
waww!!! extreme sekali yah.. haha itu namanya mencobai Tuhan...
tapi,terkadang-kadang dihati kita bertanya-tanya dalam diri kita... gmn kita bisa tahu suara TUHAN?
nah disini saya pengen berbagi pengalaman... karena iblis bisa itu jahad dan licik, dia bisa menyamar suara Tuhan..
nah,saya punya tips dan cara gmn membedakan suara Tuhan...
penatua saya ka sofyan sutedja pernah berkata mengetahui suara TUHAN:
1. SUARA TUHAN YANG PERTAMA KALI
karena Tuhan tidak pernah yang namanya salah omong,atau salah ucapkan kata...
cnth: Agus,saya telah memilih engkau dan besok kamu akan menerima mujizat dari Tuhan..
trus Tuhan berkata: ehh salah, bukan lu gus.. tp tetangga lu..
(bercanda yah) nah,jadi Tuhan itu tidak pernah salah ucapkan janji,dan tidak pernah kompromi terhadap dosa.. dia selalu tepat akan janjinya...
2. SUARA TUHAN DAMAI DI HATI
ketika Tuhan berbicara dihati kita,ada suatu pesan yang sangat damai di hati.. rasanya tenang,dan tidak ada kegelisahan,ketakutan.. itu dia suara TUhan..
3. membangun
4. menasehati
5. menghibur


mari kita semua sama2 pasang telinga untuk mendengar suara Tuhan yuk!!
karena Tuhan itu sudah begitu lama menunggu engkau untuk berseru kepada Tuhan..
dia menantikanmu..
Tuhan mau bergaul ama kita semua dan saya...
dia kepengen sekali kita curhat ama Dia,kita lagi bercanda ajak Tuhan main..
cnth: Tuhan ari ini gw lagi abis minum fanta nih.. enak banget deh Tuhan... abis itu saya lupa bayar Tuhan.. tp tenang kok Tuhan.. barusan 5 menit yang lalu saya inget. heheh...
nah Tuhan rindu supaya kita sering berbicara dan mendengarkan dia,bergaul karib...
karena Tuhan mau bergaul karib dan perjanjian Tuhan diberitakan kepada kita loh..
kita lihat di ayat

mazmur 25:14
TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.








Selasa, 04 Agustus 2009

His Heart - Seruan Pertobatan

Ketika kita tidak mengenal Tuhan, Dia mengenal kita.
Ketika kita tidak mengerti jalan-Nya, Dia mengerti jalan kita.
Ketika kita tidak setia, Dia setia.

Dia adalah Allah yg baik, Allah yg mengasihi kita lebih dari apapun. Dia setia dan kesetiannya tegak seperti langit, sampai selama-lamanya.

Sampai berapa jauh kita mau menyakiti hati-Nya?
Sampai berapa lama kita mau berpura-pura?

Apakah nyanyian kita sekarang masih kita berikan untuk Dia?
Atau nyanyian kita sekarang kita pertunjukan bagi orang lain?
Atau nyanyian kita kosong dan tidak bermakna?

Apakah waktu kita sekarang masih kita berikan untuk Dia?
Atau hidup kita sekarang penuh dengan hal lain?
Dengan segala alasan yang kita buat, Kita menjauh dari Dia.

Yes 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

Tuhan bukan membutuhkan persembahan, Tuhan mengasihi penyembah-Nya!
Bukan apa yang bisa kita lakukan yang berkenan kepada-Nya, tapi kesediaan kita untuk bertindak bagi-Nya yg berkenan bagi Dia!

Yes 30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,

Untuk apa sekarang kita datang beribadah ke gereja?
Datang ke persekutuan, bukan untuk mencari Tuhan?

Tuan rumah mana yg tidak tersakiti bila tamu nya datang ke rumahnya tapi bukan mencari dia? Malahan tidak berbicara sama sekali pada dia?

Tuhan hanya rindu untuk kita berbalik pada Dia, untuk kita mengasihi Dia dan menyenangkan Dia. Bukankah Dia itu pencipta kita yg udah mati dan bangkit untuk kita?

Yeh 18:32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

Tuhan masih menunggu kita bertobat dan berbalik pada Dia supaya kita tetap hidup bersama Dia pada akhirnya.

Dia mengasihimu.

Bertobat, berbaliklah, dan jadikanlah hidup kita - tubuh kita, sebagai rumah-Nya,
hiduplah untuk-Nya.

1 Raj 9:3 Firman TUHAN kepadanya: "Telah Kudengar doa dan permohonanmu yang kausampaikan ke hadapan-Ku; Aku telah menguduskan rumah yang kaudirikan ini untuk membuat nama-Ku tinggal di situ sampai selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.